Pesan Nabi Di Arafah Untuk “Rohingnya Dan Freeport”
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman Berhari-hari dada sesak, mata pun tak sanggup menatap apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Roh...
http://syariah-pos.blogspot.com/2017/09/pesan-nabi-di-arafah-untuk-rohingnya.html?m=1
Oleh:
KH Hafidz Abdurrahman
Berhari-hari
dada sesak, mata pun tak sanggup menatap apa yang sedang menimpa
saudara-saudara kita di Rohingnya. Berbagai foto dan video yang diupload di
media sosial, semuanya
menggambarkan kebiadaban, kebrutalan, dan nafsu binatang
penguasa Myanmar, yang tak sanggup dilakukan oleh hewan sekalipun. Tetapi
itulah kenyataannya.
Hanya
dalam dua hari, lebih dari 3000 nyawa kaum Muslim melayang dibantai dengan
kejam dan bengis oleh penguasa Myanmar, tak berperikemanusiaan. Kampung mereka
dibumihanguskan. Penduduknya mereka bantai dengan brutal. Apa salah mereka?
Salah mereka hanya satu, karena mereka Muslim. Inilah tragedi genosida
terburuk, setelah tragedi Bosnia-Herzegovina.
Protes
pun dilakukan dalam skala besar di Malaysia oleh para pengungsi Rohingnya. Tak
kalah kerasnya, kecamnya dilakukan oleh salah satu tokoh Partai Islam, bahwa
pembantaian Muslim Rohingnya ini jelas biadab. Tetapi, dunia diam. Karena yang
menjadi korban pembantaian adalah umat Islam.
Sesak
dada kita, mata pun sembab, hati dan lisan ini pun marah, karena tak kuasa
berbuat apa-apa menyaksikan kebiadaban di depan mata. Ya Allah, ya Rasulullah,
ampunilah hamba, karena ketidakberdayaan ini. Ya Rasulullah, apa yang Engkau
titahkan di Hari Arafah, saat Engkau sampaikan Khutbah Arafah, tepat tanggal 9
Dzulhijjah 10 H, empat belas abad yang lalu:
ياَ
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ
كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، وَفِي بِلاَدِكُمْ هَذَا..
“Wahai
umat manusia, sesungguhnya darah kalian, harta kalian serta kehormatan kalian
adalah haram [merupakan kesucian] bagi kalian, sebagaimana kesucian hari kalian
[hari Arafah] ini, di bulan kalian [bulan Dzulhijjah] ini, dan negeri kalian
[tanah haram] ini.” [Hr Bukhari]
untuk
menjaga darah-darah kaum Muslim agar tidak dinodai, apalagi ditumpahkan, hari
ini tidak sanggup kami lakukan. Jujur, kami tidak sanggup menghentikan
pembantaian saudara-saudara kami di Rohingnya. Kami juga tidak sanggup
menghentikan pembunuhan saudara-saudara kami di Yaman. Kami juga tidak sanggup
menghentikan kebrutalan Bashar Asad, Rusia, Amerika dan sekutunya di Suriah.
Karena kami tidak mempunyai kekuatan apa-apa, selain kata-kata.
Bahkan,
amanah yang Engkau titahkan untuk menjaga kekayaan alam kami, baik sumber daya
migas, gas, hingga tanah pun tak kuasa kami lakukan. Karena kami tidak
mempunyai kekuasaan. Saat ini, kekuasaan itu ada di tangan penguasa, yang
mengaku Muslim, mengaku sebagai saudara sesama Muslim, tetapi ironinya mereka
justru menggunakan kekuasaannya bukan menjalankan titahmu Ya Rasulullah.
Umatmu, saudara-saudara kami, yang juga saudara mereka, dibantai di Myanmar tak
juga mereka bantu, tak juga mereka hentikan, apalagi menuntut balas atas tiap
tetes darah mereka yang menetes, dengan kekuasaan yang ada di tangan mereka.
Ya
Rasulullah, kekayaan kami, yang seharusnya bisa kami nikmati untuk kehidupan
kami dan anak cucu kami pun kini dikuasai dan dijarah oleh asing dan aseng,
sementara kami harus hidup menderita. Kami harus mengurus diri sendiri, sudah
begitu masih harus memikul beban pajak, biaya hidup dan lain-lain yang kian
sulit. Banyak saudara-saudara kami yang tak tahan dengan kesulitan hidup ini,
akhirnya memilih bunuh diri.
Ya
Allah, ampunilah kami. Ya Rasulullah, maafkanlah kami, karena kami tak berdaya
mengubah apapun dengan kekuasaan kami. Karena kami tidak memilikinya. Kami
hanya mampu mengubah dengan lisan dan tulisan, karena itulah yang kami punya.
Maka, di Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1438 H/31 Agustus 2017 ini, saksikanlah bahwa
kami telah menunaikan amanah yang mampu kami lakukan sebagaimana yang Engkau
titahkan, 9 Dzulhijjah 10 H, 14 abad yang lalu dengan lisan dan tulisan ini.

Posting Komentar