Kisah Mengharukan Pengibar Ar-Rayah di Reuni 212 (Bag.2), Pertolongan Allah Yang Maha Rumit

PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA RUMIT DAN MAHA TIDAK BISA DIMENGERTI Kisah 60 Pengibar Ar Rayah Pada Reuni Akbar 212 - Episode 2 Oleh : T...

PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA RUMIT DAN MAHA TIDAK BISA DIMENGERTI
Kisah 60 Pengibar Ar Rayah Pada Reuni Akbar 212 - Episode 2
Oleh : Tachta Rizqi Yuandri

Sepanjang saya melakukan berbagai operasi dan ekspedisi, tidak terhitung banyaknya Pertolongan Allah yang memenangkan kami. Dan dari sekian banyaknya Pertolongan Allah, tidak ada satu pun yang dapat saya mengerti dan dapat saya pahami. Namun, satu hal yang pasti, Pertolongan Allah selalu datang setelah kami memberikan upaya optimal dan maksimal kami, setelah kami sudah merasa tidak dapat memberikan apa-apa lagi, setelah kami menyadari sepenuhnya, bahwa kami hanyalah hamba-Nya yang lemah.
Sekarang, saya akan membagikan pada Anda beberapa di antaranya, yakni Pertolongan Allah Pada Operasi Pengibaran 20 Ar Rayah Raksasa Di Reuni Akbar 212.
PERTOLONGAN ALLAH YANG PERTAMA: MACET PANJANG DI JALAN TOL KM 55
Ketika saya berangkat menuju daerah DKI Jakarta, beberapa pertanyaan muncul dalam benak saya. Bagaimana cara mengibarkan 20 Ar Rayah Raksasa. Sebab, hal itu akan membutuhkan banyak orang yang terlatih.
Beberapa orang juga sempat bertanya pada saya. Bagaimana nanti mengibarkannya. Saya hanya menjawab : "Selalu Akan Ada Pertolongan Allah". Adapun di dalam hati, saya masih berpikir keras bagaimana cara untuk mewujudkannya.
Di perjalanan, tepatnya KM 55, saya, Ustadz Nanang Irwanto, dan Ustadz Topan terhenti karena macet parah. Akhirnya, saya menghubungi Ustadz Moekti Chandra untuk menyampaikan bahwa kami telat karena terhambat kemacetan.
Saya : "Bah, kita telat nih, macet parah di Tol"
Abah : "Sama nih Abah juga kena macet, ada tabrakan di Tol"
Saya : "Loh, kirain abah udah di Jakarta dari kemarin"
Abah : "Ngga, jadinya hari ini. Antum di KM berapa? Abah di KM 32.
Saya : "Saya di KM 55"
Abah : "Bisa jemput Abah di 32 ga? Abah mending turun aja nih dari travel. Masih ada kursi kosong kan?"
Saya : "Iya bener gitu aja, Bah. Kita mah cuma sedikitan, masih banyak tempat kosong di bagasi sama atep mobil."
Abah : "Wue gmana yang bener nih ada tempat ga?"
Saya : "Hahaha, ada Bah aman, tenang aja. Tunggu kami di KM 32"
Akhirnya, kami bertemu Abah Moekti Chandra dan di perjalanan, Abah juga menjadi saksi bagaimana gelisahnya saya mencari solusi untuk pengibaran 20 Ar Rayah Raksasa.
Tanpa diduga, tiba di daerah Jakarta, Abah memperkenalkan saya pada beberapa orang. Dan ternyata, beberapa orang tersebut mengantarkan saya pada seseorang yang siap mengerahkan 'pasukan' untuk mengibarkan 20 Ar Rayah Raksasa.
Pasukan yang tidak menggunakan seragam seperti Komunitas Royatul Islam, tapi saling mencintai karena Allah, yang Allah pun mencintai mereka, dan mereka merindukan berjuang di bawah naungan Panji Rasulullah. Merekalah yang saya sebut sebagai Pasukan Tanpa Nama.
Berawal dari sebuah kemacetan, berakhir dengan sebuah pasukan yang siap untuk melaksanakan pengibaran 20 Ar Rayah Raksasa.
PERTOLONGAN ALLAH YANG KEDUA: TERLEPASNYA AR RAYAH RAKSASA PADA POS 4
Konsep pengibaran Ar Rayah Raksasa pada Reuni Akbar 212 lalu adalah mengibarkan 20 Ar Rayah Raksasa pada empat penjuru Monas. Setiap penjuru terdiri dari 5 Ar Rayah Raksasa.
Mengapa mesti dibagi ke dalam empat posisi, agar lebih estetis ketika dilihat dari dokumentasi udara. Kedua, agar Ar Rayah Raksasa dapat hadir di setiap sudut Monas, menarik perhatian peserta Reuni Akbar 212 termasuk para jurnalis yang tersebar di beberapa titik.
Sekitar, 09.00 WIB, kami melaksanakan simulasi pengibaran secara serentak di 4 titik tersebut. Saya memberikan instruksi kepada seluruh Komandan Regu (Danru) melalui radio komunikasi (rakom).
Danru 1 : Ar Rayah Raksasa Sudah Dibentangkan. Ganti.
Danru 2 : Ar Rayah Sudah Siap. Ganti.
Danru 3 : Pos 3 Sudah Dibentangkan Ganti
Danru 4 : ....
Saya : Danru 4 Masuk. Ganti.
Danru 4 : ....
Saya : Danru 4 Masuk. Ganti.
Danru 4 : ....
Danru 4 : Tachta. Ar Rayah Raksasa terlepas, kami tidak kuat menahan kekuatan massa yang ingin mengestafetkan.
Tachta : Saya tidak mau tahu, pokoknya Ar Rayah tersebut bagaimana caranya mesti kembali ke Pos 4.
Danru 4 : Sulit Tachta, saya sudah kirim beberapa orang untuk mengejar. Tapi sangat sulit, di sini jutaan orang berkerumun. Sulit mengejarnya, Tachta.
Saya beristighfar, kepanikan saya telah membuat saya memberikan perintah yang mustahil dilakukan kepada Danru 4. Mustahil untuk memaksakan kehendak saya.
Saya berpikir untuk memantau arah 'larinya' Ar Rayah Raksasa tersebut melalui pantauan drone, akan tetapi, hanya sesaat setelah Ar Rayah Raksasa terlepas, drone mengalami crash karena di hack dan menabrak Tugu Monas.
Lengkaplah sudah, kami kehilangan drone kami dan kehilangan 5 Ar Rayah Raksasa.
Apakah kamu mengira akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat
(QS. Albaqarah: 214)
Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(QS. Muhammad: 7)
Rakom hening. Semua Danru tertegun karena mengetahui perihal lepasnya salah satu Ar Rayah melalui komunikasi saya dengan Danru 4. Hingga saya tiba-tiba dikejutkan oleh suara Danru 1
Danru 1 : Tachta masuk. Tachta masuk. Kami dari Pos 1 melihat Ar Rayah yang lepas tengah diestafetkan. Tapi jaraknya cukup jauh untuk mengejar.
Tachta : Perhatian Danru 1 dan Danru 2. Kirim orang untuk mengejar dan mencegat larinya Ar Rayah Raksasa.
Ustadz Eki Almalik, Ustadz Nanang, dan Ustadz Rajo Tanjung harap secepatnya ke posisi saya.
Beberapa saat kemudian, mereka bertiga hadir diikuti beberapa orang lainnya, seingat saya ada sekitar 10 orang.
Saya membagi 10 orang tersebut menjadi 2 kelompok. Kelompok Ustadz Eki dan Ustadz Nanang. Tugasnya membantu mendapatkan kembali Ar Rayah yang hilang.
Jadi, saat ini ada 5 tim yang melakukan pengejaran terhadap Ar Rayah Raksasa.
Tim 1 : Pos 4
Tim 2 : Pos 1
Tim 3 : Pos 2
Tim 4 : Tim Ustadz Eki
Tim 5 : Tim Ustadz Nanang
Saya yang memantau dari posisi yang tinggi, akhirnya melihat Ar Rayah Raksasa meluncur dengan sangat cepat. Sekarang saya tahu kenapa sulit bagi Pos 4 untuk merebut kembali Ar Rayah Raksasa.
Ar Rayah Raksasa meluncur dari posisi dekat Pos 1 menuju pertigaan. Bila ke kiri, maka Ar Rayah Raksasa menuju arah Istiqlal dan pengejaran akan semakin sulit. Bila ke kanan, maka ada peluang bagi Tim 3, Tim 4, dan Tim 5 untuk mencegat. Karena, Tim 4 dan Tim 5 melakukan pengejaran menggunakan jalur melewati Pos 2.
Alhamdulillah, Ar Rayah Raksasa ternyata berbelok ke arah kanan, mengarah ke Tim 4 dan Tim 5.
Saya : Ustadz Nanang dan Ustadz Eki bersiap. Ar Rayah Raksasa menuju arah kalian berdua. Jangan dikejar, tapi dicegat. Cari posisi untuk mencegat.
Dari kejauhan saya melihat Ar Rayah Raksasa berhenti meluncur dan tergulung dengan rapi.
Ustadz Eki : Alhamdulillah Ar Rayah Raksasa sudah ditangkap dan langsung digulung.
Saya dan semua danru sangat bersyukur mendengar kabar tersebut.
Saya langsung memberi selamat kepada seluruh tim yang berhasil kembali mendapatkan Ar Rayah Raksasa.
Lalu, saya menginstruksikan agar Ar Rayah Raksasa kembali dibawa ke Pos 4 dan kembali bersiap untuk dibentangkan. Sebab, pertempuran opini belum berakhir. Peperangan baru berlangsung setengah jalan.
Hanya saja, saat ini saya memberikan tambahan personil untuk menjaga Ar Rayah Raksasa di Pos 4.
Pada saat itu, kami berpikir terlepasnya Ar Rayah Raksasa merupakan insiden yang merugikan kami. Akan tetapi, saya terkejut ketika melihat banyak video dan foto yang menunjukan diestafetkannya Ar Rayah Raksasa yang terlepas. Begitu estetis dan luar biasa indah. Tak disangka, sesuatu yang kami kira hal buruk, ternyata merupakan hal yang sangat indah.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Bahkan ketika menulis hal ini, saya masih menerima banyak kiriman video dan foto yang memperlihatkan diestafetkannya 5 Ar Rayah Raksasa tersebut. Ada yang dari udara, dari dekat panggung, dan juga dari sisi penonton.
Di bus saat perjalanan pulang. Saya bercanda dengan beberapa rekan dari Komunitas Royatul Islam Mang Adan Hamdani Yadi Pujadi Topan Budi S II. Ar Rayah Raksasa itu memiliki daya pikat luar biasa. Sebab, selalu ada cerita luar biasa dibalik proses pengibarannya.
Termasuk Ar Rayah Raksasa yang diterbangkan oleh balon pada saat Reuni Akbar 212 lalu. Setelah sempat tersangkut dan orang berpikir gagal diterbangkan. Allah SWT menolongnya dan kembali menerbangkan Ar Rayah Raksasa tersebut.
Saya kadang berpikir. Mungkin saja pada saat itu Allah mengutus para Malaikat-Nya untuk mengambil alih Ar Rayah Raksasa dari Pos 4. Allah menugaskan para Malaikat-Nya untuk mengarak 5 Ar Rayah Raksasa tersebut agar jutaan Umat Islam bisa menyentuhnya dan merasakan wibawanya. Dan jutaan pasang mata saat ini bisa melihatnya karena momen tersebut muncul dalam berbagai video dan foto.
Lalu Allah mengamanahkan lagi 5 Ar Rayah Raksasa itu kepada kami, untuk kembali kami bentangkan di Pos 4.
Mengapa, demikian? 5 Ar Rayah Raksasa, di tengah kerumunan jutaan Umat Islam, tapi kok bisa lafadznya tidak terbalik, tidak tergulung, bahkan membentuk formasi yang rapi.
Dari Jabir bin Samrah berkata : Rasulullah SAW. telah bersabda : “Bukankah sebaiknya kamu berbaris sebagaimana malaikat berbaris dihadapan Tuhan mereka?”. Kami bertanya : “Bagaimanakah mereka berbaris dihadapan Tuhan mereka?”. Rasulullah SAW pun menjawab : “Mereka menyempurnakan shaf yang terdepan dan berbaris dengan rapat dan saling menempel”.
Entahlah, tapi menurut saya, hal seperti itu mudah saja bagi Allah.***

sumber : Facebook Tachta Rizqi Yuandri

Related

PILIHAN 1461263541276168831

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Terbaru

Terpopuler

Comments

Kata Mutiara


Video Mencerahkan

item